Job Order Costing
Konsep Dasar Sistem Costing
Beberapa istilah yang perlu diketahui:- Cost Pool. Cost Pool adalah sebuah pengelompokan dari tiap-tiap indirect cost. Sederhananya, cost pool adalah alokasi dari indirect cost karena sistem costing tidak mengharuskan untuk mengalokasikan tiap-tiap indirect cost secara individu.
- Cost Allocation base (angka dari mesin-jam) yaitu cara sistematik yang menghubungkan antara indirect cost atau kelompok indirect cost dengan cost object. Contohnya, jika indirect cost untuk mengoperasikan mesin pemotong baja sebesar $500.000 berdasarkan penggunaan selama 10.000 jam, maka cost-allocation rate nya sebesar $50 per mesin-jam ($500.000/10.000). Ketika cost object adalah pekerjaan, produk, jasa, atau pelanggan, cost-allocation base juga disebut cost-application base. Tetapi, ketika cost object adalah sebuah departemen atau pool yang lain, cost-allocation base tidak disebut cost-application base.
Sistem Job Costing dan Proccess Costing
- Sistem Job-Costing. dalam sistem job-costing, cost object adalah sebuah unit atau beberapa unit dari produk yang berbeda atau jasa yang disebut job. Setiap job secara umum menggunakan jumlah sumber daya yang berbeda. Biasanya, produk atau jasa berupa satu unit, seperti mesin yang terspesialisasi yang dibuat oleh Hitachi. Setiap mesin yang dibuat Hitachi adalah unik dan berbeda dari mesin lain yang dibuat di satu pabrik. Karena produk dan jasa yang berbeda, sistem job-costing digunakan untuk mengakumulasikan cost secara terpisah untuk setiap produk dan jasa. Sistem job-costing memiliko karakteristik:(1)Sifat produksinya terputus-putus tergantung pada pesanan
yang diterima (2)Bentuk produk tergantung dari spesifikasi pemesan (3) Pengumpulan
biaya produksi dilakukan pada kartu biaya pesanan, yang memuat rincian untuk
masing-masing pesanan (4)Total biaya produksi dikalkulasi setelah pesanan
selesai (5)Biaya produksi per unit dihitung, dengan membagi total biaya produksi
dengan total unit yang dipesan (6)Akumulasi biaya umumnya menggunakan biaya
normal (7)Produk yang sudah selesai langsung diserahkan pada pemesan.
- Sistem Proccess-costing. Dalam sistem proccess-costing, cost object adalah sekumpulan dari produk atau jasa yang sama atau identik. Contohnya, Citibank menyediakan jasa yang sama setiap kali memproses deposit pelanggan. Dalam setiap periode, sistem proccess-costing membagi total cost dari memproduksi batang atau jasa yang sama dengan total jumlah barang atau jasa yang diproduksi untuk mendapatkan cost tiap unitnya.
Job Costing: Evaluasi dan Implementasi
- Identifikasi permasalahan dan ketidakpastian. Keputusan untuk apakah dan bagaimana melakukan penawaran job bergantung pada manajemen menyelesaikan dua masalah ketidakpastian: (1) apa yang harus dikorbankan untuk menyelesaikan job? (2) berapa penawaran yang diberikan kompetitor?
- Peroleh Informasi. Sebelum melakukan tawaran job, manajer perusahaan terlebih dahulu menggali informasi mengenai apakah job tersebut sesuai dengan strategi perusahaan
- Prediksi masa depan. manajer harus memperkirakan cost of direct materia, direct manufacturing labor, dan overhead dari job yang ditawarkan. Mereka juga harus memperkirakan faktor kualitatif dan faktor risiko dan mengevaluasi semua bisa yang mungkin dimiliki.
- Mengambil keputusan berdasarkan alternatif. Manajer mempertimbangkan beberapa penawaran alternatif berdasarkan apa yang mereka percaya kompetitor akan lakukan, keahlian teknis yang diperlukan untuk job, risiko bisnis, dan faktor kualitatif lainnya.
- Implementasi, evaluasi, dan pelajari. Setelah memenangkan tawaran job, job dilakukan dan manajer secara hati-hati melacak seluruh cost yang dikeluarkan .
Normal Costing
Normal Costing adalah satu sistem costing yang (1) melacak direct cost ke cost objek dengan menggunakan actual direct-cost rate dikalikan dengan kuantitas aktual input direct cost dan (2) mengalokasikan indirect cost berdasarkan budgeted indirect cost rate dikalikan kuantitas aktual dari cost-allocation base.
Pendekatan Umum Job Costing Menggunakan Normal Costing
Langkah 1: Identifikasi Job yang Dipilih Sebagai Cost Object. Sumber dokumen adalah catatan asli yang mendukung entri jurnal dalam sistem akuntansi. Catatan utama dari Job WPP 298 (ditunjukan oleh gambar diatas) adalah job-cost record. Job-Cost Record atau juga Job-Cost Sheet digunakan untuk mengakumulasikan seluruh cost yang ditempatkan ke job tertentu dimulai dari saat pekerjaan dimulai.
Langkah 2: Identifikasi Direct Cost dari Job. Terdapat dua kategori direct-manufacturing cost:
- Direct material: dalam hal basis spesifikasi keteknikan dan penggambaran disediakan oleh WPP (Pemesan), insinyur manufaktur memesan material dari gudang mengunakan dokumen yang dinamakan Material-requisition record.
- Direct Manufacturing Labor: akuntansi untuk direct manufacturing labor sama dengan direct material dengan sumber dokumen berupa Labor-time sheet.
Langkah 3: Memilih Cost-Allocation Base untuk mengalokasikan indirect cost ke job
Perusahaan-perusahaan seringkali menggunakan miltiple cost allocation base untuk mengalokasikan indirect cost karena indirect cost yang berbeda memiliki cost driver yang berbeda.
Langkah 4: Identifikasi Indirect Cost yang Terasosiasi dengan Setiap Cost-Allocation Base
Sebagaimana kita lihat di langkah 3 dan 4, manajer pertama-tama menentukan Cost-allocation base selanjutnya mengidentifikasi cost yang berhubungan dengan cost-allocation base dan bukan sebaliknya. Hal ini disebabkan, manajer harus mengetahui cost driver dari perusahaan mereka terlebih dahulu sebelum menentukan cost yang terasosiasi dengan masing-masing cost driver.
Langkah 5: Menghitung Rate/Unit dari Masing-Masing Cost-Allocation Base Digunakan untuk Mengalokasikan Indirect Cost ke Job. Untuk setiap Cost Pool, indirect cost rate yang dianggarkan dihitung dengan membagi total indirect cost yang dianggarkan dalam pool dengan total jumlah cost allocation base yang dianggarkan.
Langkah 6: Menghitung Indirecy cost yang dialokasikan ke Job. Indirect cost dari job dihitung dengan mengalikan kuantitas aktual dari masing masing allocation base yang berbeda yang diasosiasikan dengan job dengan indirect cost rate yang dianggarkan untuk tiap allocation base (dihitung di langkah 5)
Langkah 7: Menghitung Total Cost dari Job dengan Menambahakan Seluruh Direct Cost dan Indirect Cost yang Ditetapkan ke Job
Sistem Normal Job-Costing dalam Manufaktur
General Ledger
Penjelasan Setiap Transaksi
1. Pembelian Material Secara Kredit sebesar $89.000
Material Control 89.000
Account Payable Control 89.000
2. Penggunaan Direct Material sebesar $81.000 dan Indirect Material sebesar $4.000
Work-In-Proccess Control 81.000
Manufacturing Overhead Control 4.000
Material Control 85.000
3. Direct Labor sebesar $39.000 da Indirect Labor $15.000 dibayar tunai
Work-in-Proccess Control 39.000
Manufacturing Overhead Control 15.000
Cash Control 54.000
4. Overhead Manufacturing Lain yang dikeluarkan saat Februari sebesar $75.000
Manufacturing Overhead Control 75.000
Cash Control 57.000
Accumulated depreciation control 18.000
5. Alokasi Manufacturing overhead ke job
Work-in-proccess control 80.000
Manufacturing Overhead control 80.000
6. jumlah dari tiap-tiap job yang selesai dan ditransfer ke finished-goods di Februari, $188.800
Finished Goods Control 188.800
Work-In-Proccess Control 188.800
7. Cost of Goods Sold, $180.000
Cost of Goods Sold 180.000
Finished Goods Control 180.000
8. Biaya Marketing dan Layanan Konsumen sebesar $45.000 dan $15.000 dibayar tunai
Maketing Expense 45.000
Costumer-Service Expense 15.000
Cash Control 60.000
9. Seluruh sales revenue dari semua job yang tersampaikan pada Feruari, $270.000 secara kredit.
Account Receivable Control 270,000
Revenues 270.000
Komentar
Posting Komentar